, , ,

Technologi of Rapid Building Construction

#KAJIAN ISU 4

PRESS RELEASE SORE INSPIRING

Technologi of Rapid Building Construction

Membangun sebuah gedung lazimnya membutuhkan waktu yang lama, apalagi bila yang dibangun gedung bertingkat atau pencakar langit. Tahukah kamu karna semakin berkembangnya teknologi tentang pembangunan, kini berkembang pula teknik pembangunan gedung cepat. Apa itu pembangunan gedung cepat? Pembangunan gedung cepat adalah proses pambangunan gedung yang dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Beberapa Negara-negara telah menerapkan teknologi konstruksi ini, seperti halnya China.

Top rekor telah diraih oleh China, dimana mereka telah mampu membangun gedung Mini Sky City yang mana memiliki 57 lantai dengan hanya menyelesaikannya dalam waktu 19 hari.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Tujuan dari pembangunan tidak lain adalah menyejahterakan rakyat. Sumber daya manusia yang ada di Indonesia dapat dikatakan memiliki sumber daya manusia yang sangat besar, tetapi kualitas SDMnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, tenaga-tenaga ahli kebanyakan didatangkan dari luar negeri. Sama halnya dengan teknologi. Teknologi yang ada saat ini masih belum dapat memungkinkan dilakukannya pembangunan gedung cepat. Walaupun disisi lain, Indonesia sangat membutuhkan pembangunan gedung cepat demi mempercepat pembangunan di Indonesia. Untuk itu Indonesia perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar jika ingin melaksanakan konstruksi pembangunan gedung cepat.

Faktor apa saja sih yang berpengaruh dalam Pembangunan Gedung Cepat ?

  1. Teknologi (Alat Berat)

Teknologi alat berat yang ada sangat berpengaruh selama proses konstruksi pembangunan gedung cepat berlangsung.

  1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sama halnya dengan teknologi, kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting dalam konstruksi pembangunan gedung cepat. Skill serta kemampuan SDM sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan suatu konstruksi.

  1. Metode dan Manajemen Konstruksi

Salah satu hal yang membedakan antara Konstruksi Pembangunan  Gedung Cepat dengan konstruksi lainnya adalah dalam hal Metode dan Manajemen yang digunakan. Dalam Proses konstruksi pembangunan gedung cepat diperlukan metode dan manajemen konstruksi yang sangat matang dan kompleks.

  1. Mutu dan Bahan Konstruksi

Dalam proses pembangunan gedung cepat diperlukan mutu dan bahan konstruksi yang sangat berbeda dari konstruksi biasanya. Mutu dan bahan konstruksi yang digunakan pastinya harus sesuai dengan perancangan yang digunakan.

Mengapa harus Pembangunan Gedung Cepat ?

  1. Efisien terhadap waktu

Dengan menggunakan konstruksi pembangunan gedung cepat, proses pembanguan akan relatif sangat cepat sampai dapat mengurangi berbulanan waktu konstruksi yang seharusnya.

  1. Lebih ramah lingkungan

Mengapa ramah lingkungan? dalam prosesnya pembangunan cepat dapat mengurangi polusi yang sangat besar yang dihasilkan oleh truk, alat berat, serta debu yang dihasilkan selama proses konstruksi.

  1. Hemat energy

Dalam prosesnya, pembangunan gedung cepat sangat hemat energy dikarenakan dapat menekan penggunaan listrik dan bensin yang digunakan selama proses konstruksi berlangsung.

Konstruksi pembangunan gedung cepat merupakan konstruksi yang terus dikembangkan saat ini di negara-negara maju seperti China. Hal itu dikarenakan banyaknya efek positif jika dibandingkan dengan konstruksi biasa. Dalam prosesnya, ada beberapa faktor yang sangat dibutuhkan dalam konstruksi pembangunan gedung cepat seperti teknologi dan SDM yang mumpuni. Indonesia saat ini belum mampu melaksanakan konstruksi pembangunan gedung cepat dikarenakan kurangnya SDM dan teknologi. Maka disinilah peran pemuda untuk terus belajar dan berkarya demi memajukan pembangunan di Indonesia.

, , ,

ADA APA SAJA SIH DIBULAN OKTOBER?

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober. Yuk kembali ramaikan acara-acara HMS dibulan November. Ditunggu Kontribusi kalian ya!

, , ,

[ BINGUNG MODAL? ]

Hai Civilian!!!
Satu dari beberapa masalah utama yang menghalangi orang untuk mulai berwirausaha adalah permodalan.
Beberapa cara klasik yang biasa dicoba diantaranya adalah dengan menabung, atau beberapa yang cukup berani akan melakukan peminjaman.
Namun, tahukah teman-teman bahwa sebenarnya ada cara yang lebih cerdas dari cara-cara di atas?
Berikut adalah sedikit dari banyak cara mencari permodalan, bagi mahasiswa, yang kami sarankan.

1. Mengajukan Proposal PKM-Kewirausahaan
Proposal yang diajukan tidaklah terlalu detail dan rumit, hanya 10 halaman (merujuk yang terakhir). Jika lolos proposal, teman-teman akan diberi dana hibah sebesar 5 – 12,5 juta. Lumayan bukan?

2. Mengajukan Proposal Program Mahasiswa Wirausaha
Proposal yang diajukan sedikit lebih detail dan rumit dari sebelumnya, namun beberapa bagian isinya bisa sama. Dana yang didapatkan pun cukup besar bagi pemula, dana terbesar yang diterima untuk periode tahun ini di Undip adalah 17,5 juta untuk tiap bisnis yang diajukan. Tahun ini ada 27 tim yang menerima pendanaan PMW.

3. Mengikuta kompetisi bisnis plan dan sejenisnya
Di undip ada banyak lomba bisnis plan, dua diantaranya ada DEF yang diadakan BEM FT Undip, ada juga ECOPRENEUR oleh BEM FEB. Dari Universitas lain pun ada banyak kompetisi serupa yang semuanya dibuka untuk mahasiswa dari mana saja. Perbedaan dari yang sebelumnya, kita akan diminta untuk mengirimkan rencana bisnis kita dalam bentuk Business Model Canvas (sudah dijelaskan pada edisi WK sebelumnya), untuk kemudian bisa mengirim proposal setelah dinyatakan lolos bmc.

4. Inkubator bisnis
Di Undip ada yang namanya Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (KKIB). Sedikit yang penulis ketahui tentang KKIB adalah, disana ketika sudah diterima sebagai tenant, kita akan dibimbing secara intensif dan dicarikan jalan untuk pemodalan yang tidak semua orang tahu aksesnya, bukan cuma puluhan juta, tapi hingga ratusan juta. Ini adalah wadah paling komplit untuk membentuk wirausaha bagi mahasiswa, dibanding cara di atas, karena ilmu yang didapatkan para tenants sangat luas. Di teknik, tahun lalu ada yang namanya PIBT.

Selain paham harus paham betul dengan rencana bisnis kita, kita juga harus paham kriteria proposal yang baik dan benar untuk mengajukan ide bisnis kita agar mendapat suntikan dana segar.

Sekian, semangat berwirausaha, semangat berkarya nyata!
Oiya, sukses UTSnya!

Bidang Kewirausahaan
#HMS2017
#ProgresifMenginspirasi

, , ,

ADA APA SAJA SIH DI BULAN SEPTEMBER?

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan September. Yuk kembali ramaikan acara-acara HMS di bulan Oktober. Ditunggu konstribusi kalian ya!

 

 

, , ,

RUMBLE STRIPS DI KAWASAN KAMPUS UNDIP, APAKAH SUDAH SESUAI?

ARTIKEL WEB HMS:

 

RUMBLE STRIPS DI KAWASAN KAMPUS UNDIP, APAKAH SUDAH SESUAI?

(Sumber: dephub.go.id)

 

Meningkatnya populasi di kawasan pendidikan kampus Universitas Diponegoro mendorong peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang cukup pesat. Dalam pesatnya perkembangan kawasan UNDIP, tentu saja meningkatkan kepadatan arus transportasi yang melintas. Kawasan dengan suasana transportasi yang berkembang, tentunya menimbulkan berbagai permasalahan antara lain permasalahan kemacetan dan permasalahan kecelakan..

Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 30 persen kecelakaan yang terjadi di jalan diakibatkan karena kondisi prasarana jalan (Fajar,2015). Menyadari fakta tersebut pihak otoritas kampus UNDIP kemudian berusaha mencari solusi untuk mencegah timbulya permasalahan tersebut. Salah satu bentuk rekayasa lalu lintas yang telah dibuat pihak terkait adalah alat pengendali dan pengaman pemakaian jalan berupa rumble strips .

Rumble strips atau yang biasa disebut pita penggaduh merupakan penambahan tinggi perkerasan (yang merupakan bagian dari marka jalan) yang ditempatkan pada permukaan jalan, dipasang tegak lurus ruas jalan, dengan ketinggian tertentu agar kendaraan bermotor yang melewati penaikan atau pembengkokan jalan tersebut mengalami efek getaran dan suara. Di lingkungan kampus UNDIP sendiri rumble strips  telah dipasang dibeberapa lokasi antara lain bundaran depan BRI, tanjakan menuju kampus UNDIP, depan Gedung Student Center, turunan di depan Kampus S1 Teknik Mesin, di depan kampus S1 Teknik Geologi dan beberapa titik lain. Pemasangan rumble strips  ini bertujuan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi bahwa pengemudi akan memasuki  zona jalan yang tidak biasa seperti misalnya persimpangan sehingga pengemudi dapat bersiap siap untuk mengurangi kecepatan kendaraannya.

Namun dalam pelaksanaannya keberadaan rumble strips  ini justru mengundang berapa problema di kalangan warga kampus sendiri, banyak pengemudi yang tidak mengidahkan fungsi dan keberadaanan rumble strips  ini. Dari survey yang dilakukan Tim Ristek HMS UNDIP 2017, banyak pengemudi kendaraan yang berkendara di jalan 2/2 UD dimana pemasangan rumble strips  hanya pada 1 lajur memilih menghindari rumble strips  tersebut. Padahal dilokasi tersebut terdapat marka membujur menerus yang melarang untuk pindah lajur. Hal ini tentu saja menyalahi aturan yang ada dan berpotensi menyebabkan kecelakan terutama  jika jalan dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Selain permasalahan tindak pelanggaran rumble strips  tersebut, Tim Ristek HMS UNDIP 2017 juga menemukan beberapa keluhan pengguna jalan terkait ketebalan rumble strips  yang dirasa terlalu tebal sehingga dianggap sangat mengganggu kenyamanan berkendara. Dari 10 responden yang diwawancarai 8 diataranya menyatakan bahwa rumble strips  terlalu tebal. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan tentang sudah sesuaikah rumble strips  ini dengan spesifikasi yang disyaratkan?.

Dari hasil pengukuran rumble strips  dilapangan terkait jumlah dan dimensi dari rumble strips  diperoleh data sebagai berikut :

Lokasi Tebal

(t)

Lebar

(b)

Jumlah Jarak antar pita (D)
Bundaran (dekat pos satpam) 1,8 cm 30 cm 4 70 cm
Bundaran (dekat RM. Ayam Geprek) 1,8 cm 30 cm 4 70 cm
Depan SC 1,6 cm 30 cm 4 70 cm
Depan Kampus Teknik Geologi 1,6 cm 31 cm 4 62 cm
Depan Kampus Teknik Mesin 1,7 cm 30 cm 4 70 cm

Tabel Hasil Survey Jumlah dan Dimensi dari Rumble Strips di Lingkungan Kampus Undip

(Sumber: Pengamatan Langsung)

Berdasarkan fakta diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rumble strips  sudah sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No.3 Tahun 1994. Dimana dalam peraturan ini menyatakan ketebalan maksimum pita penggaduh adalah 40 mm dan lebar maksimumnya 30 cm sedangkan jumlah dan jarak pengulangan kelompok pita pengaduh disesuaikan dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang ada.

Gambar Bentuk dan ukuran rumble strips menurut Perhubungan

(Sumber: Keputusan Menteri Perhubungan No.3 Tahun 1994)

 

Kesimpulan diatas diperkuat oleh pernyataan Ir. Epf. Eko Yulipriyono, MS. selaku dosen transportasi Teknik Sipil Undip Dalam wawancara yang dilakukan Tim Ristek HMS UNDIP 2017, beliau menyatakan  bahwa rumble strips yang terpasang di kampus lingkungan kampus Undip sudah sesuai dengan standar yang memungkinkan kendaraan dapat melaju dengan baik dengan kecepatan tertentu tetapi tidak membuat pengendara mengalami kecelakaan. Beliau menambahkan jika banyak orang belum setuju terhadap keberadaan rumble strips dikarenakan banyak orang belum “melek rambu”.

Pada dasarnya keberadaan rumble strips pada jalan dimaksudkan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu pengendara kendaraan diharapkan untuk memahami dan memberikan pengertian baik saat berkendara.

 

Cek video dibawah ini untuk mengetahuinya lebih jelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

, , ,

“SIAPA”

[ GIMANA KABAR UTS ]

Gimana UTS kemarin? Lancar kan pasti?

Atau horor? Sehoror apa nih? Coba bandingin sama film di bawah ini nih sama UTS kamu, yuk cek di

Gimana? Kasi komentar kamu di kolom komentar ya! Lebih horor film atau UTS kamu?

HMS 2017
#Progresif Menginspirasi