BULETIN MEI 2018

Berikut adalah kegiatan kegiatan pada bulan MEI terus ditunggu partisipasinyaa.

KEMBANGKAN BETON RINGAN, 3 MAHASISWA UNDIP CIPTAKAN STRUKTUR BETON TAHAN BAKAR

Semarang- Bencana kebakaran menjadi permasalahan penting dalam pengendalian struktur suatu bangunan didaerah perkotaan padat penduduk. Banyak kasus kebakaran menyebabkan gedung sudah tidak bisa terpakai akibat turunnya performa beton pada struktur gedung, tentu hal ini mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Permasalahan tersebut menjadi tantangan bagi 3 mahasiwa teknik sipil Universitas Diponegoro untuk mnciptakan struktur beton yang mampu menahan panas dari kebakaran. Mahasiswa yang seluruhnya merupakan angkatan 2016 ini mencoba untuk menginovasikan material beton yang memiliki daya hantar panas cukup kecil.
Tim yang beranggotakan Bagas Indra Cahyo, M. Rasyad Jati Pangestu, dan Erika yulianti ini menjelaskan bahwa hipotesis awal yang muncul dari suatu penelitian Rutherfas asal Belanda yang menyimpulkan dengan menambahkan bahan bangunan yang meyimpan banyak pori dan memiliki berat jenis ringan akan memiliki nilai daya hantar panas yang lebih rendah pula.
Mengenai material yang ditambahkan Bagas selaku ketua tim menjelaskan bahwa untuk mengurangi massa jenis beton timnya menggunakan batu Pumice breksi yang kuantitasnya sangat melimpah di Indonesia khususnya di daerah pegunungan.
Lebih dalam lagi Bagas mengatkan “Beton ringan ini akan memiliki daya hantar panas cukup rendah akibat material yang kami gunakan memiliki pori-pori yang cukup banyak sehingga effek kebakaran tidak akan berdampak besar pada performa beton. Terlebih lagi beton yang kami ciptakan ini memiliki kelebihan mereduksi panas sehingga penggunaan AC pada gedung dapat dikurangi.”
Tim ini berharap penelitian yang mereka lakukan mampu menjadi solusi dalam permasalahan inovasi bahan konstruksi dalam penanggulangan turunnya performa beton akibat kebakaran.

MAHASISWA TEKNIK UNDIP CIPTAKAN BATA ANTI API, ANTI JAMUR TANPA PLASTER DARI ABU SEKAM PADI

Sebagai negara agraris, Indonesia mengalami kendala terkait limbah pertanian. Salah satunya adalah limbah padi. Menurut data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 produksi padi nasional sebanyak 75,36 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan mengalami kenaikan sebanyak 4,51 juta ton (6,37%) dibandingkan tahun 2014. Saat ini pemanfaatan abu dan arang sekam padi masih tergolong belum maksimal. Bahkan ada sebagian masyarakat yang membakar sekam dan dibiarkan begitu saja. Hal ini akan menimbulkan masalah baru, yaitu polusi udara yang menimbulkan gangguan pernafasan.

Berlatarbelakang meningkatkan nilai guna abu sekam padi. Mendorong tiga mahasiswa Universitas Diponegoro, yaitu Awallina Ani Sayekti ( S1 Teknik Mesin 2017 ), Vegi Okta Setiawan( S1 Teknik Sipil 2015 ), dan Dimaz Aji Laksono ( S1 Teknik Mesin 2017 ) untuk menciptakan BASKOMP ( Bata Ringan Abu Sekam Padi ). Ide pembuatan BASKOMP ini mereka tuangkan dalam PKM atau Program Kreativitas Mahasiswa 2018.
“Baskomp ini kami buat agar dapat mengurangi permasalahan lingkungan terutama limbah sekam, selain itu juga karena maraknya kebakaran di daerah penduduk memberikan ide bagi kami mengapa kita menciptakan bata yang murah dan tahan api, sehingga dapat membantu para korban kebakaran nantinya agar rumah bisa tetap berdiri kokoh sehingga dapat tetap digunakan tanpa harus membangun rumah kembali.”,tutur Vegi.

BASKOMP merupakan sebuah inovasi batu bata dengan bahan dasar abu sekam padi. Kandungan silika dalam abu sekam padi diharapkan dapat menghasilkan batu bata yang ringan sekaligus kuat. Sebagian besar material yang digunakan dalam pembuatan BASKOMP merupakan limbah. Tujuannya selain menciptakan produk yang memiliki nilai guna tinggi, diharapkan juga dapat mengurangi limbah dan merubah persepsi masyarakat mengenai limbah. BASKOMP didesain menyerupai permainan lego. Hal ini bertujuan agar BASKOMP mudah untuk dibongkarpasangkan, karena tidak memerlukan perekat dalam pemasangannya. Berbeda dengan bata konvensional yang memerlukan adonan campuran pasir, semen dan kapur sebagai perekat batu bata. Desain yang seperti ini dapat memberikan nilai tambah, karena kepraktisannya. Meskipun didesain menyerupai permainan lego, akan tetapi BASKOMP tetap kokoh, karena struktur dasarnya yang kuat. Selain tanpa perekat dalam pemasangannya, BASKOMP juga memiliki keunggulan anti api dan anti jamur. Beberapa keluhan terkait dinding rumah yaitu mudahnya berjamur dan terbakar. BASKOMP merupakan solusi untuk permasalahan itu. Dengan teknologi coating TiO2 dan Al2O3 menjadikan BASKOMP anti jamur dan anti api.

Melalui konsep yang dikembangkannya ini, harapannya BASKOMP dapat menjadi inovasi bagi pembangunan Indonesia di tahun 2020 sesuai dengan Rencana Strategis Pemerintah. Selain itu BASKOMP diharapkan juga dapat menjadi solusi dalam menangani limbah pertanian dan industri dalam masyarakat.

Sistem Polder dan Drainase Pelabuhan Tanjung Emas sebagai Salah Satu Solusi Daerah yang Berada di Bawah Permukaan Air Laut

Sistem Polder dan Drainase Pelabuhan Tanjung Emas sebagai Salah Satu Solusi Daerah yang Berada di Bawah Permukaan Air Laut

Kota Semarang yang berada pesisir pantai mengalami kendala yang sama di sepanjang tahun yaitu di daerah Semarang Utara yang terus terjadi banjir rob akibat adanya penurunan permukaan tanah. Gejala rob sudah menjadi hal lumrah yang melanda kawasan utara.

Berdasarkan penelitian Wirasatriya (2005) diketahui bahwa penurunan tanah (land subsidence) merupakan faktor yang paling dominan yang menjadi penyebab kenaikan relatif muka laut di Semarang selain adanya faktor pemanasan global yang menyebabkan naiknya permukaan air laut di seluruh belahan dunia dan faktor lain yang sifatnya memperparah banjir rob yang terjadi yaitu perubahan tata guna lahan dan buruknya sistem drainase. Faktor global ini hanya menyebabkan kenaikan muka laut di Semarang sebesar 2,65 mm/tahun. Laju penurunan tanah yang terjadi di Semarang besarnya bervariasi antara satu tempat dengan lainnya. Secara umum semakin mendekati pantai laju penurunan tanah akan semakin besar dimana laju penurunan terbesar adalah di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas yaitu bisa mencapai 14,2 cm/tahun.

Peta Penuruanan Tanah Daerah Pantai Semarang dan sekitarnya per Tahun

Pelabuhan Tanjung Emas  yang terus mengalami penurunan tanah dan pengaruh kondisi air pasang surut yang terjadi dua kali setiap harinya mengakibatkan permukaan tanah dan air laut akan meluap ke dermaga dan daratan yang berakibat genangan banjir di kawasan pelabuhan. Terjadinya banjir rob tentunya berdampak langsung pada aktivitas pelabuhan yang terdapat di  wilayah Semarang Utara yaitu Pelabuhan Tanjung Emas. Kondisi pada saat air tergenang di terminal atau dermaga tersebut mengakibatkan aktifitas kepelabuhanan akan terhambat dan dampaknya adalah menimbulkan kekurangan yang tidak sedikit.

Berdasarkan penjelasan yang diberikan bapak Kresno Wikan Sadono, ST, M.Eng selaku dosen teknik sipil Universitas Diponegoro di bidang Geoteknik, penurunan tanah dapat diakibatkan karena du hal.

  1. Konsolidasi

Konsolidasi adalah turunnya permukaan tanah akibat beban yang berada diatasnya. Contohnya ada beban Gedung yang mengakibatkan turunnya tanah.

 

  1. Water Resource

Pengambilan air tanah yang terus menerus tanpa memperhatikan daerah resapan yang tersedia. Sehingga akan terjadi penurunan tanah karena volume air didalam tanah berkurang.

Sistem Polder adalah salah satu inovasi yang dapat diterapkan di Tanjung Emas. Sistem Polder adalah daerah yang dibatasi dengan baik, dimana air yang berasal dari luar kawasan tidak boleh masuk, hanya air hujan (dan kadang- kadang air rembesan) pada kawasan itu sendiri yang dikumpulkan. Dalam polder tidak ada aliran permukaan bebas seperti pada daerah tangkapan air alamiah, tetapi dilengkapi dengan bangunan pengendali pada buangannya (dengan penguras atau pompa) untuk mengendalikan aliran di luar.

Kelebihan :

Mampu mengendalikan banjir dan genangan akibat aliran dari hulu, hujan setempat dan naiknya muka air laut (ROB)

Kekurangan :

  • Kerja polder sangat dipengaruhi pada pompa. Jika pompa mati kawasan akan tergenang. Namun, di Belanda menggunakan tenaga angina untuk memompa.
  • Biaya operasinya relatif mahal.

Kelengkapan sarana fisik sistem polder antara lain :

  1. Saluran air/ Kanal/ Tampungan memanjang dan Waduk

Saluran air/ Tampungan memanjang dan Waduk dibangun sarana untuk mengatur penyaluran air ketika elevasi air di titik pembuangan leih tinggi dari elevasi saluran didalam kawasan.

  1. Tanggul

Tanggul dibuat disekeliling kawasan, untuk mencegah masuknya air ke dalam kawasan baik, luapan sungai maupun limpasan air laut.

  1. Pompa air

Membuang dan mengeringkan air secara otomatis pada kolam retensi, apabila air melewati batas optimum/ perencanaan.

 

 

Sumber :

Wawancara Bapak Prof. Ir. Suripin, M.Eng

Wawancara Bapak Wikan Kresno Sadono, ST., M.Eng

http://inovasi.lan.go.id/index.php?r=inovasi/read&id=217

 

BULETIN APRIL 2018

 

Berikut adalah kegiatan kegiatan kita selama bulan april, terus ditunggu partisipasi kalian yaa

,

PEMBANGUNAN METRO KAPSUL DI BANDUNG

PEMBANGUNAN METRO KAPSUL DI BANDUNG

Metro kapsul adalah transportasi jenis kereta yang memiliki panjang 9 meter per kapsul. Sarana transportasi ini disebut dapat mengangkut sekitar 50 orang per kapsul. Setiap rangkaian metro kapsul dapat terdiri atas 4-5 kapsul. Dengan demikian, dalam sekali angkut metro kapsul dapat mengangkut 200-250 penumpang.

Trek metro kapsul lebih kecil ketimbang rel monorel ataupun rel kereta konvensional sehingga memungkinkan untuk dibangun di atas median jalan ataupun trotoar. Treknya dibangun layang, diameter tiangnya 1 meter. Hal yang membedakan yaitu metro kapsul berjalan di atas trek beton dan rodanya bukan roda besi, melainkan roda karet. Velgnya menggunakan velg truk dengan diameter 17 inci. Tiap kapsulnya (gerbong) terdiri atas 8 roda.

Pembangunan LRT Metro Kapsul Kota Bandung Dimulai

Pencanangan proyek Metro Kapsul Bandung telah resmi dimulai, Senin 12 Februari 2018. Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 1,38 triliun ini menjadi tonggak dimulainya sistem transportasi massal berbasis kereta ringan (LRT) di Kota Bandung.

“Ini mimpi yang panjang setelah empat tahun, akhirnya kita bisa memulai. Ternyata bisa tanpa mengandalkan APBN. Biayanya sepertiga dari LRT Jabodetabek atau LRT yang sekarang ada di Palembang yaitu Rp 150 miliar per kilometer. Dengan panjang koridor III 8,5 kilometer, investasinya hanya Rp 1,4 triliun,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai meresmikan Pencanangan Metro Kapsul Bandung, di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung.

Pembiayaan investasi kereta ringan ini 100% dari PT PP (Persero) Tbk. Pemerintah Kota Bandung menyediakan lahan melalui aset PD Pasar Kota Bandung. Maka, trase koridor III ini terhubung melalui titik pasar yang dilalui Metro Kapsul Bandung.

Pasar yang dilalui yakni Pasar Baru, ITC Kebonkalapa, Pasar Ancol, Pasar Palasari, dan Pasar Kosambi. Ridwan mengatakan, strategi koridor III ini didekatkan dengan pasar-pasar yang ada di tengah pusat wisata Kota Bandung. Maka, ada penugasan kepada Direksi PD Pasar untuk berkolaborasi dalam investasi karena penumpang mengalir ke pasar. Dengan begitu, warga yang berkunjung ke pasar tidak perlu terkena macet karena ada pintu khusus yakni stasiun terintegrasi pasar.

“Nanti PD Pasar ikut sebagai investor, untuk koridor III saja. Tapi dibayar nanti, setelah PD Pasar sudah memungkinkan punya keunggulan dari sisi investasinya, baru dia diperkenankan untuk ikut,” katanya.

Koridor Selanjutnya

Rencana koridor selanjutnya, kata Ridwan, tidak lagi memanfaatkan pasar, karena dikerjasamakan dengan PT Bandung Infra Investama, perusahaan yang saham mayoritasnya dikuasai Pemkot Bandung.

Memanfaatkan skema bisnis dengan bisnis itu menjadi siasat untuk mengurangi kebutuhan pembiayaan pembangunan proyek Metro Kapsul Bandung.

Adapun PT PP ini, kata dia, keunggulannya selain memproduksi mereka juga menyiapkan investasi dananya. Dengan skema BOT (built operate transfer), koridor III ini akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Bandung setelah 30 tahun.

Ridwan menambahkan, koridor III diutamakan karena dinilai paling mudah dan paling gemuk dari segi kebutuhan penumpang. Keyakinan investasi untuk bereksperimen di koridor pusat kota ini memberi keyakinan jika ribuan penumpang akan hadir untuk menggoda investasi di koridor itu.

Pengerjaan koridor III diperkirakan akan memakan waktu 1,5 tahun. “Jadi mungkin secara resmi akan diresmikan wali kota berikutnya. Ini teknologi anak bangsa, teknologi para insinyur sebagian besar di Bandung, dirancang di Gedebage dan Setrasari, dites di Subang, dan akan dipraktikkan pertama kali di Kota Bandung,” katanya.

Pencanganan ini sebagai hasil turunnya surat izin trase dari Kementerian Perhubungan. Untuk peletakan batu pertama penanda dimulainya proyek ini masih harus menunggu IMB untuk stasiun.

Teknologi Jepang

Direktur PT PP (Persero) Tbk, Lukman Hidayat, menjelaskan bahwa komponen Metro Kapsul Bandung dijamin 98% kandungan lokal. Kereta ringan ini dirancang berjalan tanpa pengemudi. Tiketnya diperkirakan sekitar Rp 6.000.

Jarak tempuh untuk satu perjalanan penuh koridor III sekitar 15-20 menit, dengan kecepatan 40-80 km/jam.

Teknologi strukturnya mneggunakan antigempa dari Jepang. Teknologi Jepang ini membuat tiang pancang bisa dikerjakan lebih cepat.

“Proyek ini terinspirasi karena kita ingin membangun dalam jumlah banyak di kota besar di indonesia. Karena tadi dijelaskan kalau MRT mahal, LRT di Palembang dan Jakarta mahal. PP bersama teman dari perguruan tinggi, profesor dari Bandung menciptakan ini,” tutur Lukman.

Sumber :

https://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/04/19435101/Apa.Istimewanya.Metro.Kapsul.

http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/02/12/pembangunan-lrt-metro-kapsul-kota-bandung-dimulai-419404