Ni Made Sasanti Dalam Alumni Menginspirasi

Ni Made Sasanti dalam Alumni Menginspirasi

Ni Made Sasanti lahir di Bali, dan merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara. Beliau tumbuh dalam sebuah keluarga yang mengedepankan nilai kejujuran dalam setiap tindakan. Kedua orang tuanya merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi. Sejak kecil, kedua orang tuanya selalu mengajarkan kemandirian.

Wanita yang akrab
disapa Santi ini dulunya merupakan lulusan terbaik Teknik Sipil Undip tahun
1991. Karena kecintaannya pada mata pelajaran matematika, membuat Santi
memutuskan untuk kuliah di jurusan Teknik Sipil. Wanita yang pernah menjadi
pengajar bimbingan belajar ini merupakan mahasiswi yang mengutamakan akademik
saat kuliah. Banyaknya tantangan dan kesulitan yang dihadapi saat kuliah,
membuat Santi menjadi sosok yang pantang menyerah. Hal ini mengantarkan Santi
diterima bekerja di PT PP tahun 1991 melalui Beasiswa Ikatan Dinas, dan
ditempatkan sebagai staff engineering di kantor pusat. Saat ini, Santi
menduduki posisi sebagai Kepala Divisi Perencanaan Strategis, Riset dan
Teknologi di PT PP (Persero) Tbk.

Selama bekerja,
Santi menyadari bahwa pengalaman mengikuti organisasi sangatlah penting. Karena
dalam dunia kerja, kita dituntut bekerja secara teamwork, sehingga dengan
pengalaman organisasi itu melatih kemampuan diri dalam pengembangan soft skill
seperti leadership, management, komunikasi, negoisasi, problem solving, dll. Persaingan
kerja yang semakin tinggi, menuntut setiap individu harus memiliki kelebihan
untuk bisa bersaing dengan yang lain. Sehingga, setiap individu harus
meningkatkan kemampuan dalam berbagai hal, salah satunya di bidang teknologi
konstruksi digital seperti BIM (Building Information Modelling), dan lain
sebagainya.

Dalam dunia kerja
yang didominasi oleh kaum pria, Santi membuktikan bahwa wanita memiliki
kesempatan yang sama dalam memilih karier. Secara kemampuan dalam pekerjaan
perempuan tidak kalah dengan laki-laki, bahkan perempuan memiliki kelebihan
dibandingkan dengan laki-laki dalam hal ketekukan dan ketelitian. Yang penting
adalah sebagai seorang perempuan, harus siap menerima resiko pekerjaan yang
sudah dipilih. Jangan sampai menuntut untuk diperlakukan istimewa dibanding
laki-laki.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*