ALUMNI MENGINSPIRASI

 

RAHASIA SUKSES  HASTANTO

“Sekian lama merupakan waktu pembelajaran dan hingga saya siap menjalankan perusahaan sendiri. Apabla waktu itu saya bermalas-malasan, mungkin saya tidak bisa menjadi proyek manajer seperti sekarang ini. “

 

Sebelum menjadi orang sukses, ada banyak hal yang perlu dikorbankan. Selain tenaga dan waktu, terkadang passion pun juga harus direlakan. Begitu pun dengan Triyanto Dwi Hastanto. Pria berusia 40 tahun yang terlahir dari keluarga sederhana di sebuah kampung di kabupaten Magelang, kini telah mempunyai perusahaan dengan asset puluhan milyar rupiah dan memiliki karyawan lebih dari 150 Orang. Pria yang akrab disapa mas Tanto ini merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro tahun 2002.

Semasa kuliah di jurusan teknik sipil, pria kelahiran magelang, 2 agustus 1978 ini turut andil dalam mengerjakan proyek dosen. Hasil kerja keras beliau selama kuliah kala itu, membuat beliau bisa memenuhi kehidupannya sendiri. Bahkan sebelum lulus beliau sempat diposisikan sebagai project manajer.

Dengan gelar sarjana tekniknya, beliau bekerja di perusahaan kontraktor. Sampai dengan tahun 2010. Banyak proyek-proyek berskala besar yang mampu diselesaikannya dengan baik. Hingga di tahun 2011, Pria kelahiran Magelang, 2 Agustus 1978  ini memutuskan untuk resign.

Berbekal pengalamannya selama kuliah dan bekerja tersebut, beliau mulai merintis usahanya bersama dengan rekannya.Tidak mudah menjadi seorang wirausaha, tantangan terberat adalah sektor permodalan dan pemasaran. Namun dengan keyakinan tinggi dan perhitungan yang cermat beliau perlahan-lahan mengembangkan usahanya. Pada tahun 2014 era presiden Jokowi, Proyek infrastruktur bertambah banyak, imbasnya terjadi pada pelaku dan pekerja Infrastruktur yang bisa dibilang “Panen”, Apalagi di era keterbukaan sekarang ini, seleksi alamnya adalah siapa yang mampu bekerja dengan baik dan efisien maka dialah yang bertahan dan berkembang.  Pada tahun 2015 beliau telah memiliki lima lokasi Base Camp Pemecah Batu (Store Crusher), Alat Pencampur Asphal (Asphal Mixing Plant), Alat Pencampur Beton (Batching Plant) yang tersebar dibeberapa kota di Jawa Tengah.

 

Beliau berharap bisa mengembangkan usahanya dan juga bermanfaat bagi orang lain. Namun, bukan dunia politik yang dipilihnya tetapi organisasi sosial dan kemasyarakatanlah yang diikutinya. Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) salah satunya, diikutinya dengan tujuan bisa berbagi pengalaman dengan pengusaha-pengusaha yang lain terutama pengusaha muda yang sedang memulai merintis usaha. Kemudian beliau juga membidani lahirnya PT. Songo Pitu Sejahtera Maju (Songpit Seju), Perusahaan yang didirikan oleh angkatan ‘97 Teknik Sipil Undip dengan misi sebagian hasil keuntungan perusahaan akan disumbangkan dalam kegiatan sosial.

 

“Bukan from zero to hero, namun berawal dari nol menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.”

 

Beliau senang memotivasi orang untuk menjadi Pengusaha sebab tiga Keuntungan seorang pengusaha/ entrepreneur  yaitu mampu menghidupi dirinya sendiri, mampu menciptakan Lapangan Kerja dan bisa menjadi manfaat bagi banyak orang.

Dalam Candaannya beliau berujar, “memang dahulu saya  kuliah biasa-biasa saja, tidak menonjol secara akademis maupun prestasi lainnya, namun waktu kuliah itu saya senang berorganisasi dan memiliki kawan yang banyak sehingga terasa manfaatnya sampai sekarang.  Saya bisa mengelola perusahaan, sedikit banyak karna tempaan organisasi yang saya ikuti saat masih kuliah, selain itu pertemanan yang banyak juga sangat membantu dalam pengembangan bisnis. Nyatanya bisa dibuktikan sekarang, perusahaan kami setidaknya bisa menjadi lading nafkah bagi sekitar 150 keluarga, Selain itu setiap tahun perusahaan juga memberangkatkan ibadah  Umroh bagi Karyawan.

“Kesuksesan yang saya raih ini tidaklah mudah, saya pernah mengalami ditipu dan kerugian saya mencapai ratusan juta rupiah.”

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*