GeoPori ? Solusi Genangan di Jalanan

GeoPori ? Solusi Genangan di Jalanan

Hujan merupakan salah satu anugerah yang tuhan berikan kepada manusia. Namun, hujan bisa menjadi boomerang bagi manusia jika tidak mengelolanya dengan baik. Salah satu contohnya adalah genangan air. Genangan air diakibatkan karena tertutupnya daerah resapan air dan sistem drainase yang buruk.

Permasalahan utama dari aspal adalah rentan rusak jika terendam air dalam jangka waktu yang lama. Maka jika genangan di jalanan, mengenang dalam jangka waktu yang lama dan secara terus menerus lambat laun akan menyebabkan jalanan berlubang dan pastinya akan sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. Berbagai usaha telah coba dilakukan agar masalah ini dapat diatasi. Mulai dari menambal jalan yang berlubang dengan aspal, tanah, dan material lain yang sekiranya dapat menambal lubang pada jalan. Namun semua hal ini sia-sia, meskipun telah ditambal menggunakan aspal, jalan tetap akan kembali berlubang apabila sistem drainase tidak dibenahi sampai keakarnya.

Ditambah Universitas Dipnegoro terletak di dataran tinggi, dimana kontur di daerah Universitas Diponegoro berbukit-bukit. Sehingga banyak jalan di Universitas Diponegoro naik turun. Dengan demikian pada bagian jalan yang turun akan menerima air hujan yang jatuh di jalannya dan limpasan air (run off) dari jalan yang lebih tinggi. Hal ini menambah faktor penyebab terjadinya genangan di Universitas Diponegoro. Bahkan banyak aspal yang telah berlubang yang kemudian ditambal kembali. Tapi apakah harus terus menambal setiap berlubang,

Adakah solusi yang terbaik untuk permasalahan ini ?

Salah satu solusinya adalah GeoPori. Geopori merupakan material yang bukan aspal maupun semen. Material ini memiliki daya serap (permeabilitas) yang sangat tinggi. GeoPori ini merupakan inovasi dari Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof.Dr.Ir. Bambang Sunendar Purwasasmita. Beliau terinspirasi dari banjir cileuncang. Banjir cileuncang merupakan banjir yang terjadi karena daerah resapan air di daerah tersebut kurang dan sistem drainasenya yang buruk sehingga air tidak mampu ditampung oleh drainase dan melimpah kejalanan. Biasa banjir cileuncang terjadi di daerah-daerah perkotaan yang padat penduduk.

Kelebihan Geopori antara lain :

1. Tahan air

Dibandingkan dengan berbagai perkerasan seperti aspal, beton, paving dan lain sebagainya, daya serap air Geopori jauh lebih tinggi. Tak butuh waktu lama bagi Geopori untuk menyerap air yang menggenangi jalan. Geopori mampu menyerap hingga >1000 liter air per menit per meter persegi. Bahkan daya serapnya bisa jauh lebih besar disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi.

2. Ramah lingkungan

Bahan dasar Geopori berasal dari limbah industri B3, yaitu limbah-limbah industri berbahaya seperti limbah batu bara yang sering dipandang tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan bahan dasar yang berasal dari limbah kemudian diolah dengan proses yang benar sehingga terciptalah produk geopori yang ramah terhadap lingkungan.

3. Tahan lama

Geopori mampu bertahan kurang lebih 40 tahun karena bahan ini memang tahan terhadap air sehingga umurnya juga lebih lama dibanding perkerasan lainnya.

Namun, semuanya pasti memiliki kekurangan. GeoPori pun memiliki beberapa kekurangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu dosen Teknik Sipil, Bapak Dr. Bagus Hario Setiadji, ST, MT. Beliau menjelaskan bahwa GeoPori ini sempat diterapkan di Tol Salatiga, namun GeoPori ini dinilai kurang efektif karena beberapa alasan :

1. Kurang menahan beban
Karena porus yang dimilikinya, geopori hanya mampu menahan beban <1,5 ton saja. Sehingga tidak bisa diterapkan di jalanan yang dilewati kendaraan-kendaraan berat.
2. Perawatannya cukup mahal
Selain itu, pori atau porus pada geopori dapat tersumbat oleh debu, pasir atau kotoran lainnya yang ada di jalanan. Sehinnga diperlukan penangan khusus untuk perawatannya. Karena jika sudah tersumbat, maka GeoPori ini kehilangan fungsinya untuk menyerap air.

Sumber :
– Wawancara Dr.Bagus Hario Setiadji, ST., MT.
– https://youtu.be/HVcppcNq0Kg

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*