, , ,

RUMBLE STRIPS DI KAWASAN KAMPUS UNDIP, APAKAH SUDAH SESUAI?

ARTIKEL WEB HMS:

 

RUMBLE STRIPS DI KAWASAN KAMPUS UNDIP, APAKAH SUDAH SESUAI?

(Sumber: dephub.go.id)

 

Meningkatnya populasi di kawasan pendidikan kampus Universitas Diponegoro mendorong peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang cukup pesat. Dalam pesatnya perkembangan kawasan UNDIP, tentu saja meningkatkan kepadatan arus transportasi yang melintas. Kawasan dengan suasana transportasi yang berkembang, tentunya menimbulkan berbagai permasalahan antara lain permasalahan kemacetan dan permasalahan kecelakan..

Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 30 persen kecelakaan yang terjadi di jalan diakibatkan karena kondisi prasarana jalan (Fajar,2015). Menyadari fakta tersebut pihak otoritas kampus UNDIP kemudian berusaha mencari solusi untuk mencegah timbulya permasalahan tersebut. Salah satu bentuk rekayasa lalu lintas yang telah dibuat pihak terkait adalah alat pengendali dan pengaman pemakaian jalan berupa rumble strips .

Rumble strips atau yang biasa disebut pita penggaduh merupakan penambahan tinggi perkerasan (yang merupakan bagian dari marka jalan) yang ditempatkan pada permukaan jalan, dipasang tegak lurus ruas jalan, dengan ketinggian tertentu agar kendaraan bermotor yang melewati penaikan atau pembengkokan jalan tersebut mengalami efek getaran dan suara. Di lingkungan kampus UNDIP sendiri rumble strips  telah dipasang dibeberapa lokasi antara lain bundaran depan BRI, tanjakan menuju kampus UNDIP, depan Gedung Student Center, turunan di depan Kampus S1 Teknik Mesin, di depan kampus S1 Teknik Geologi dan beberapa titik lain. Pemasangan rumble strips  ini bertujuan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi bahwa pengemudi akan memasuki  zona jalan yang tidak biasa seperti misalnya persimpangan sehingga pengemudi dapat bersiap siap untuk mengurangi kecepatan kendaraannya.

Namun dalam pelaksanaannya keberadaan rumble strips  ini justru mengundang berapa problema di kalangan warga kampus sendiri, banyak pengemudi yang tidak mengidahkan fungsi dan keberadaanan rumble strips  ini. Dari survey yang dilakukan Tim Ristek HMS UNDIP 2017, banyak pengemudi kendaraan yang berkendara di jalan 2/2 UD dimana pemasangan rumble strips  hanya pada 1 lajur memilih menghindari rumble strips  tersebut. Padahal dilokasi tersebut terdapat marka membujur menerus yang melarang untuk pindah lajur. Hal ini tentu saja menyalahi aturan yang ada dan berpotensi menyebabkan kecelakan terutama  jika jalan dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Selain permasalahan tindak pelanggaran rumble strips  tersebut, Tim Ristek HMS UNDIP 2017 juga menemukan beberapa keluhan pengguna jalan terkait ketebalan rumble strips  yang dirasa terlalu tebal sehingga dianggap sangat mengganggu kenyamanan berkendara. Dari 10 responden yang diwawancarai 8 diataranya menyatakan bahwa rumble strips  terlalu tebal. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan tentang sudah sesuaikah rumble strips  ini dengan spesifikasi yang disyaratkan?.

Dari hasil pengukuran rumble strips  dilapangan terkait jumlah dan dimensi dari rumble strips  diperoleh data sebagai berikut :

Lokasi Tebal

(t)

Lebar

(b)

Jumlah Jarak antar pita (D)
Bundaran (dekat pos satpam) 1,8 cm 30 cm 4 70 cm
Bundaran (dekat RM. Ayam Geprek) 1,8 cm 30 cm 4 70 cm
Depan SC 1,6 cm 30 cm 4 70 cm
Depan Kampus Teknik Geologi 1,6 cm 31 cm 4 62 cm
Depan Kampus Teknik Mesin 1,7 cm 30 cm 4 70 cm

Tabel Hasil Survey Jumlah dan Dimensi dari Rumble Strips di Lingkungan Kampus Undip

(Sumber: Pengamatan Langsung)

Berdasarkan fakta diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar rumble strips  sudah sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No.3 Tahun 1994. Dimana dalam peraturan ini menyatakan ketebalan maksimum pita penggaduh adalah 40 mm dan lebar maksimumnya 30 cm sedangkan jumlah dan jarak pengulangan kelompok pita pengaduh disesuaikan dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang ada.

Gambar Bentuk dan ukuran rumble strips menurut Perhubungan

(Sumber: Keputusan Menteri Perhubungan No.3 Tahun 1994)

 

Kesimpulan diatas diperkuat oleh pernyataan Ir. Epf. Eko Yulipriyono, MS. selaku dosen transportasi Teknik Sipil Undip Dalam wawancara yang dilakukan Tim Ristek HMS UNDIP 2017, beliau menyatakan  bahwa rumble strips yang terpasang di kampus lingkungan kampus Undip sudah sesuai dengan standar yang memungkinkan kendaraan dapat melaju dengan baik dengan kecepatan tertentu tetapi tidak membuat pengendara mengalami kecelakaan. Beliau menambahkan jika banyak orang belum setuju terhadap keberadaan rumble strips dikarenakan banyak orang belum “melek rambu”.

Pada dasarnya keberadaan rumble strips pada jalan dimaksudkan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu pengendara kendaraan diharapkan untuk memahami dan memberikan pengertian baik saat berkendara.

 

Cek video dibawah ini untuk mengetahuinya lebih jelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*