PASAR JOHAR KEBAKARAN, RENOVASI ATAU REKONSTRUKSI?

Seputar Pasar Johar

Pasar Johar adalah salah satu pasar terbesar di Jawa Tengah yang pernah mendapat gelar pasar tercantik di Asia Tenggara. Pasar ini dibangun oleh pemerintah kota pada tahun 1931 dan kemudian pada tahun 1933 Ir. Thomas Karsten ditunjuk untuk membuat struktur bangunannya. Bangunan Pasar ini terdiri dari empat blok bangunan yang disatukan oleh gang selebar 8.00 meter. Orientasi bangunan kearah timur. Pasar Johar merupakan bangunan dua lantai hanya pada bagian tepi, sedangkan bagian tengah berupa void. Pondasi dari batu, struktur dari beton bertulang, dengan sistem cendawan pada kolom-kolom. Kolom memiliki modul 6.00 meter dengan penampang berupa persegi delapan. Kolom seperti ini dinamakan kontruksi jamur (mushroom). Atap berupa atap datar terbuat dari beton. Pada bagian tertentu dari atap, diadakan peninggian sebagai lubang udara. Bangunan ini memenuhi tapak yang tersedia, sehingga tidak terdapat halaman ataupun ruang terbuka. Hal ini sesuai dengan prinsip Thomas Karsten yaitu efisien ruang.

214934

Sumber : id.wikipedia.org

Pasar Johar Kebakaran

Sekitar pukul 21.00 WIB, tanggal 09 Mei 2015, Pasar Johar terbakar, nyaris habis dilalap si jago merah. Kebakaran tersebut disebabkan karena hubungan arus pendek atau korsleting yang terjadi di salah satu kios di lantai 1. Sekjen DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Miftahudin mengatakan, di Pasar Johar terdapat lebih dari 8.000 pedagang yang menjadi korban kebakaran. Dugaan kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari Rp 3 triliun.

214937

Sumber : http://news.liputan6.com

214936

214938

Sumber : antarjateng.com

 

Pengaruh Api Kebakaran terhadap Struktur Pasar Johar

Pasar Johar mempunyai struktur yang unik yaitu kolom-kolom tinggi dari beton bertulang sebagai penyangga atap beton. Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada struktur pasar johar terutama pada bagian kolom – kolom tersebut. Berdasarkan wawancara Tim Ristek HMS Undip 2016 dengan salah satu dosen Teknik Sipil Undip – Ir. Bambang Pudjianto, MT, api menyebabkan struktur kolom semakin getas sebab kadar air dalam beton menurun, sehingga elastisitas pada struktur pun menurun. Hal tersebut membuat respon struktur kolom rentan terhadap beban dinamis. Terlebih lagi usia beton sudah tua yaitu mencapai puluhan tahun, sehingga struktur mengalami degradasi kekuatan. Jika dilihat secara struktural, kolom tersebut sudah tidak layak dipertahankan. Namun, jika dilihat secara historis kolom dan struktur pasar Johar tersebut merupakan peninggalan Belanda yang perlu dilestarikan.

Lalu, Renovasi atau Rekonstruksi?

Secara struktural memang kolom tersebut sudak tidak layak untuk dipertahankan. Sebab kondisi kekuatan struktur sudah menurun drastis. Apabila dilakukan treatment pada struktur yang terkena api kebakaran seperti perbesaran dimensi kolom dan ditambahkan zat-zat aditif pada strukur kolom, tetap tidak menjamin struktur mampu menahan beban dinamis.

Menurut Ir. Bambang Pudjianto, MT apabila ingin mempertahankan keaslian dari struktur kolom tersebut, tetap harus diganti dengan struktur kolom yang baru dan didesain sesuai dengan desain asli dari Ir. Thomas Karsten. Apabila struktur dipertahankan resiko bangunan ambruk lebih besar sebab belum tentu bangunan dapat bertahan dalam jangka waktu panjang. Sehingga rekonstruksi struktur kolom pasar Johar akan lebih baik bila dibandingkan dengan renovasi struktur kolom, dikarenakan kolom merupakan struktur yang penting pada sebuah bangunan.

 

Sumber :

1 reply
  1. Taufiq Adi
    Taufiq Adi says:

    Setuju banget min! Itu emang udah gak kuat dan udah ada laporan hasil uji hammernya. Kira-kira kalo rekonstruksi, lebih cocok bangunan dengan fungsi seperti apa ya min?

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*