DPT Kali Krengseng Tembalang Mengalami Keruntuhan, Apa Penyebabnya?

Dinding Penahan Tanah (DPT) / Retaining Wall Kali Krengseng

image

DPT Kali Krengseng merupakan salah satu struktur yang berfungsi untuk menjaga kestabilan dari timbunan tanah di sisi kanan dan sisi kiri Kali Krengseng, tujuannya supaya timbunan tersebut tidak bergerak atau longsor. Kali Krengseng sendiri merupakan sungai di Kecamatan Tembalang yang melintasi kampus Universitas Diponegoro (dekat bundaran masuk kampus Universitas Diponegoro). DPT tersebut menahan gaya lateral yang disebabkan oleh tekanan tanah aktif maupun gaya vertikal yang membebani timbunan tanah. Tingginya timbunan tanah di belakang dinding penahan cenderung menimbulkan pergeseran dan momen guling pada struktur DPT.
DPT Kali Krengseng termasuk jenis dinding gravitasi (gravity walls) yang umumnya terbuat dari beton polos atau dari batu belah. Kekuatan dinding gravitasi sepenuhnya bergantung kepada berat dinding itu sendiri. Pada umumnya dinding gravitasi berbentuk trapesium. Dimensi dinding direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan tegangan tarik akibat gaya yang bekerja pada dinding. Selain itu pada bagian atas gravity walls terdapat DPT lain yang termasuk jenis DPT bronjong, yaitu DPT yang terbuat dari pasangan batu yang disatukan dan diikat oleh tali baja.

Dinding Penahan Tanah Kali Krengseng Mengalami Keruntuhan

image

Pada DPT Kali Krengseng tersebut terdapat bagian yang mengalami keruntuhan, yaitu pada bagian gravity walls. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Tim Ristek HMS 2016 kepada salah satu dosen Geoteknik Kresno Wikan Sadono, S.T.,M.Eng, penyebab runtuhnya DPT tersebut adalah akibat adanya scouring lateral atau penggerusan tanah oleh air pada bagian dalam DPT. Apabila bagian bawah DPT tidak dilapisi batu, maka akan terjadi penggerusan material tanah yang disebabkan oleh aliran air sungai. Penggerusan tersebut juga dapat terjadi pada bagian dalam DPT (secara lateral). Jika penggerusan berlangsung secara terus-menerus, maka lama-kelamaan bagian bawah dan dalam DPT akan berongga, sehingga dinding tersebut mengalami keruntuhan. Selain itu terbentuknya aliran air sungai yang membentuk pusaran (vortex flow) merupakan salah satu indikator terjadinya scouring pada lapisan tanah sungai. Vortex flow terbentuk akibat adanya penampang sungai yang menyempit dan berada di daerah belokan sungai yang membentuk meander yaitu badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran.

Solusi untuk Memperbaiki Dinding Penahan Tanah Kali Krengseng

DPT Kali Krengseng dibuat agar tidak terjadi tanah longsor di sepanjang tepi sungai. Namun, terdapat bagian DPT yang mengalami keruntuhan sehingga perlu diperbaiki maupun dibangun DPT yang baru agar tidak terjadi longsor.
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, solusi yang dapat dilakukan agar dalam konstruksi DPT tidak dapat runtuh lagi adalah :

  1. Menghilangkan vortex flow pada sungai.
    Seperti yang telah diketahui sebelumnya, penyebab terjadinya scouring lateral adalah aliran yang membentuk pusaran atau vortex flow. Agar tidak terjadi scouring maka vortex flow tersebut harus dihilangkan dengan cara mengubah penampang sungai yang menyempit menjadi lebar dan datar.
  2. Membuat DPT yang dilengkapi filter.
    Jika tidak menghilangkan vortex flow, maka cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat DPT yang lebih kuat, sehingga scouring dapat dihindari meskipun terdapat vortex flow pada sungai. DPT tersebut dapat dilengkapi material filter seperti geotextile non woven, pasir halus, pasir kasar, gravel, boulder (tergantung kecepatan aliran air dan gradasi tanah yg dilindungi) sehingga lebih kuat.

image

(Sumber : Survey langsung dan wawancara dengan Kresno Wikan Sadono, S.T.,M.Eng – Dosen Geoteknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro)

1 reply
  1. S Hargono
    S Hargono says:

    Senang membaca tulisan di atas. Sebaiknya di jadwalkan secara periodik dan sudah didiskusikan terlebih dengan kelompok (FGD = focus group discussion). Topik lain : drainase kampus.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*