Bundaran Prof. Soedarto Mengalami Penurunan Fungsi? Bagaimana Bisa?

image

Bundaran Prof. Soedarto

Bundaran Prof. Soedarto merupakan bentuk simpang tak bersinyal yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas di komplek fakultas teknik kampus Universitas Diponegoro. Bundaran tersebut berada di depan Gedung Prof. Soedarto, SH yang teletak di Jl.Prof Soedarto, SH.
Jalan tersebut merupakan jalan dengan jenis jalan lingkungan dua arah dengan jumlah lajur empat, dipisahkan oleh median atau disebut jalan 4/2 D. Bundaran Prof. Soedarto memanajemen lalu lintas dengan menerapkan U-turnbagi pengendara yang akan memasuki Gedung Prof. Soedarto, SH maupun pengendara dari Dekanat Fakultas Teknik ke arah Widya Puraya.

Penurunan Fungsi Bundaran Prof. Soedarto

Keberadaan palang/portal di salah satu jalan simpang bundaran Prof. Soedarto, menyebabkan bundaran seolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pengendara dari Dekanat Fakultas Teknik yang akan berbalik arah menuju Widya Puraya, harus melintasi lintasan yang lebih panjang dikarenakan jalan ditutup menggunakan palang. Sedangkan jika palang dibuka maka akan terjadi banyak pelanggaran lalu lintas di bundaran Prof. Soedarto dimana pengendara tidak menerapkan U-turn namun akan langsung berbelok ke jalan yang dihalangi oleh palang tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, kebanyakan pengendara di bundaran Prof. Soedarto melakukan pelanggaran dengan alasan agar lebih cepat akses jalannya. Hal inilah yang menyebabkan penurunan fungsi pada bundaran Prof. Soedarto.

image

Pelanggaran Lalulintas di Bundaran Prof. Soedarto

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Tim Ristek HMS 2016 di bundaran Gedung Prof. Soedarto pada hari Rabu, 16 Maret 2016 pukul 16:00 s/d 16:40 WIB diperoleh beberapa data pelanggaran lalulintas. Percobaan pertama dilakukan dengan membuka palang kurang lebih selebar 1 meter, tujuannya untuk mengetahui kecenderungan perilaku pengendara saat keadaan palang bundaran terbuka. Hasil yang didapat dalam waktu 30 menit terdapat 41 pelanggar. Sedangkan pada percobaan kedua, palang dibuka lebih lebar lagi kurang lebih 1,5 meter. Tercatat dalam waktu 10 menit terdapat 19 orang pelanggar. Diperkirakan jika dalam waktu 30 menit akan terdapat 57 orang pelanggar. Hal tersebut menunjukkan peningkatan jumlah pelanggar lalulintas di bundaran Prof. Soedarto. Jika palang tersebut dibuka secara keseluruhan, kemungkinan yang terjadi adalah semakin banyaknya pelanggaran lalulintas dan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Solusi untuk Mengatasi Permasalahan Bundaran Prof. Soedarto

Bundaran Prof. Soedarto memang difungsikan sebagai bundaran untuk memanajemen lalu lintas. Namun bundaran tersebut mengalami penurunan fungsi dikarenakan banyak pelanggar lalu lintas di bundaran prof. Soedarto yang tidak menerapkan cara berlalu  lintas dengan benar di bundaran. Berdasarkan wawancara dengan salah satu dosen transportasi Jurusan Teknik Sipil Undip, Ir. Y.I.Wicaksono, MS,  solusi yang dapat dilakukan agar bundaran dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu dengan memperbaiki median pada bagian ujungnya agar mengikuti bentuk bundaran. Hal tersebut secara otomatis dapat mengarahkan pengendara melakukan U-turn sesuai dengan aturan karena pengendara akan sulit melakukan pelanggaran, sehingga pengendara akan merasa lebih nyaman pada saat melewati bundaran dan dapat meminimalkan terjadinya pelanggaran lalu lintas.

image

image

(Sumber : Survey di Bundaran Prof. Soedarto dan Wawancara dengan Ir. Y.I. Wicaksono, MS, – Dosen Transportasi Jurusan Teknik Sipil FT UNDIP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*