Jalan Berlubang di Tembalang, Masihkah Ada Solusinya?

JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha JALAN RUSAK--Pengendara mobil dan motor melintasi jalan berlubang di Jalan Adisumarmo, Colomadu, Karanganyar, Kamis (8/3). Jalan yang menghubungkan Colomadu dan Kartasura, Sukoharjo tersebut kondisinya rusak dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.Daerah Tembalang

Tembalang merupakan salah satu daerah kecamatan di Kota Semarang. Di daerah inilah salah satu kompleks Universitas Diponegoro (Undip) berdiri, selain itu
berdiri juga kompleks Polines (Politeknik Negeri Semarang), Poltekkes, dan Universitas Pandanaran.Adanya beberapa perguruan tinggi yang berdiri di daerah Tembalang mengakibatkan kepadatan penduduk di kecamatan ini bertambah terutama di kawasan sekitar kompleks perguruan tinggi. Kepadatan penduduk yang terjadi dikarenakan adanya pendatang baru setiap tahunnya, hal ini pula yang mengakibatkan peningkatan volume kendaraan yang akhirnya berimbas pada peningkatan traffic di beberapa ruas jalan di Tembalang.

 Kondisi Infrastrukur Jalan

Infrastuktur jalan di Tembalang sudah cukup bagus, namun beberapa titik di ruas jalan masih juga ditemui jalan yang berlubang, terutama saat musim penghujan. Salah satu contoh jalan yang berlubang di Tembalang adalah Jl. Banjarsari (pertigaan BQ-Square), di jalan ini terjadi kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu baik di pagi, siang, sore, maupun malam hari, traffic ini semakin diperparah dengan adanya jalan yang rusak dan berlubang serta kondisi jalan yang tergenang air saat musim penghujan. Kondisi yang seperti ini cukup mengganggu lalu lintas (traffic) karena dapat menimbulkan kemacetan baru. Selain mengganggu lalu lintas, jalan berlubang dapat membahayakan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, para pengguna jalan dihimbau agar berhati-hati ketika melewati jalan berlubang dengan mengurangi laju kendaraan.

Penyebab Jalan Berlubang

Penyebab utama jalan rusak dan berlubang adalah sistem drainase jalan yang buruk dan adanya pumping. Jalan dengan sistem drainase yang buruk atau tidak memiliki sistem drainase akan mengakibatkan jalan tersebut tergenang air saat curah hujan cukup tinggi. Hal ini yang mengakibatkan jalan beraspal cepat terkikis, terlebih air hujan mengandung senyawa asam (seperti H2SO4 dan HNO3) yang bersifat korosif sehingga akan mempercepat pengikisan. Penyebab jalan berlubang lainnya adalah adanya pumping, pumping merupakan suatu kondisi dimana jalan yang tergenang air dilewati oleh kendaraan-kendaraan (terutama kendaraan muatan besar) secara terus-menerus. Jalan yang tergenang air akan menjadi parah kondisinya apabila terjadi pumping, karena pumping akan mempercepat pengikisan jalan sehingga jalan menjadi cepat rusak dan berlubang.

Solusi Untuk Mengatasi Jalan Berlubang

Solusi yang tepat untuk mengatasi jalan berlubang adalah dengan melakukan perbaikan sistem drainase yang buruk agar jalan tidak tergenang air saat curah hujan cukup tinggi. Dengan tidak tergenangnya jalan oleh air, maka akan menghindarkan jalan dari kondisi terjadinya pumping, sehingga proses perawatan jalan akan lebih mudah dan cepat karena kerusakan jalan tidak begitu parah. Untuk itu, perencanaan jalan yang baik terutama perencanaan sistem drainase sangat diperlukan untuk mengurangi risiko jalan rusak akibat curah hujan tinggi. Selain itu, diperlukan adanya perawatan yang berkala dan terkontrol untuk mengatasi masalah kerusakan jalan. Hal ini tentunya merupakan tanggung jawab pemerintah Kota Semarang terkait perencanaan dan perawatan infrastrukur jalan di Kota Semarang.

(Sumber : survey & wawancara Ir. Y.I. Wicaksono, MS. -Dosen Transportasi Teknik Sipil Undip)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*